Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah" (TQS. Ali Imran [3]:10) :::::::: "Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada al-khoir (Al-Islam), menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung." (TQS. Alim-Imran [3]:104):::::::: Sesungguhnya Allah menyukai orang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (TQS. Ash-Shaff [61]:4)

Selasa, 06 November 2012

Training Pembebasan 1 Komsat UNHAS

Diposting oleh gp unhas at 06.24

Get free daily email updates!

Follow us!

gerakan-mahasiswa-training-unhas
Kaderisasi adalah sebuah hal terpenting dalam gerak organisasi. Melalui proses kaderisasi, diharapkan akan ada generasi pelanjut dari sebuah ideologi atau cita-cita yang ingin di usung. Mahasiswa dalam rentang umur yang produktif, penuh energik, idealisme tinggi diharapkan mampu membawa perubahan revolusi dalam pundaknya. Hal inilah yang disadari dan akan terus dilakukan oleh Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan, untuk melakukan proses recruitment dan kaderisasi para mahasiswa di dunia kampus untuk melanjutkan kehidupan Islam.


Open Recruitment dengan agenda Training Pembebasan 1, Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Komisariat Universitas Hasanuddin diadakan pada hari Sabtu-Minggu (21-22/10/12). Hari pertama, Training Pembebasan 1 GEMA Komsat Unhas dilaksanakan di ruangan yang cukup elegant, Aula Dr. Harfin Tumpa, SH., MH. Fakultas Hukum, Universitas Hasanuddin. Dalam Training kali ini, panitia mengacu pada konsep pembawaan materi Indoor dan Outdoor, indoor pada ruangan aula dan outdoor dilaksanakan di sekitar Danau Universitas Hasanuddin.  Training diikuti peserta sebanyak 34 orang yang terdiri dari berbagai macam latar belakang jurusan dan fakultas di Kampus Merah, Universitas Hasanuddin. Training Pembebasan 1 kali ini merupakan Training Pembebasan 1 yang diadakan kali pertama dalam tingkat Komisariat atau Universitas, dengan mengambil tema "Membumikan Ideologi Islam sebagai Manifestasi Perjuangan Mahasiswa".

Adapun variant materi yang diberikan kepada peserta training pada hari pertama adalah Analisis Problematika Ummat, Hakekat Berpikir, dan Diskursus Islam Politik dan Spiritual. Sedangkan pada hari kedua, materi yang dibawakan adalah Revolusi Sosial dan terakhir Arah dan Corak Gerak Mahasiswa. Ending, dalam pemaparan materinya tentang Hakekat Berpikir memberikan pemahaman bahwa dalam proses berpikir, mahasiswa acapkali disibukkan oleh buah hasil pemikiran tanpa mau melihat dan menganalisa apakah dasar dan pondasi buah-buah pemikiran itu sudah benar dan sesuai dengan Islam. Begitu pun dengan pemikiran-pemikiran busuk seperti Filsafat Yunani, dihantam dan ditelanjangi keburukan dan kebusukannya. Pemikiran filsafat yang dicekoki oleh pihak-pihak asing ke dalam pemikiran dan gerakan mahasiswa, tidak lain hanya membuat proses berpikir mahasiswa menjadi lambat karena membuat mahasiswa hanya berdebat dalam ranah definisi yang mengawan. Sebuah kontradiksi bahwa Islam mengkhendaki seorang Muslim untuk selalu berpikir cemerlang dalam menghadapi segala permasalahan hidupnya.
Dalam materi-materi yang dibawakan pemateri, panitia sengaja mengkonsep materi agar mampu mengarahkan pemikiran para peserta training dari awal sampai berakhirnya materi, bahwa terdapat masalah yang mengungkung ummat Islam, bagaimana tatacara menjawab permasalahan yang ada hingga pada akhirnya materi di kristalkan dan dikerucutkan untuk menemukan solusi bahwa hanya Islam-lah solusi paling paripurna dalam menjawab segala permasalahan yang dihadapi oleh ummat manusia.  Pada pemaparan materi oleh Arief Shiddiq (Ketua Gema Pembebasan Wilayah Sulselbar) yang mengambil bagian Arah dan Corak Gerak Mahasiswa, memaparkan tentang kilas balik pergerakan mahasiswa di Indonesia dan sejarah-sejarah kegagalan yang terus berulang dalam pergerakan yang mereka. Gerakan Mahasiswa Pembebasan adalah sebuah gerakan mahasiswa yang berlandaskan pada Ideologi Islam yang senantiasa dalam perjuangannya mencontoh dan mengikuti metode Rasulullah dalam mengembang dakwah, inilah yang menjadi metode baku yang dilalui Gerakan Mahasiswa Pembebasan untuk melakukan Revolusi. Revolusi Islam.

Gerakan Mahasiswa Pembebasan adalah sel-sel gerakan yang khusus bergerak dalam ranah dunia mahasiswa untuk menyadarkan mahasiswa untuk kembali merefleksi basis gerakan mereka dengan mainstream Islam. Sebuah ideologi yang gagah berdiri dalam menghantam pemikiran dan ideologi kufur, Kapitalisme-Demokrasi-Liberalisme maupun Sosialis-Komunis. Dalam jiwa-jiwa mereka terukir, Hidup Mulia atau Mati Syahid di Jalan Islam. Allahu Akbar!!! [ IW ].

If you Like This Article,Then kindly linkback to this article by copying one of the codes below.

URL Of Post:



Paste This HTML Code On Your Page:


Comments
0 Comments

0 komentar:

Have any question? Feel Free To Post Below:

No Spam...!
No Pornography...!
No Sukelarism...!
No Capitalism....!
No Liberalism...!
No Socialism...!
No Nationalism....!

 

Hadist

Dari Abi Nadhrah berkata: "Kami sedang berada bersama Jabir bin Abdullah, rodhiyallahu 'anhuma, dia berkata. (Rasuulullah Saw Bersabda) : "Hampir saja tidak boleh dibawa masuk ke negeri Iraq (diboikot) makanan sepotong roti-pun (qafizh), diboikot pula masuknya dirham,". Kami lalu bertanya kepada beliau, "Dari mana (bangsa) yang melakukan demikian?" Dia menjawab, "Orang orang 'Ajam (non Arab. Red. Amerika) yang memmboikotnya".
Kemudiannya Beliau berkata lagi, " Hampir–hampir saja tidak boleh dibawa masuk sekeping dinar kepada penduduk Syaam, tidak boleh pula dibawa masuk (diboikot) kepada penduduk Syaam se-takar-an makanan pun (mudyun)." Kami bertanya lagi, "Dari mana (bangsa) yang melakukan demikian? Beliau menjawab, "Dari bangsa Ruum. (Note : kita tahu Israel adalah imigran dari Ruum, utamanya dari Eropa, yang datang menjajah Palestine sejak tahun 1917). Kemudian diam sejenak.
Lalu dia berkata, Bersabda Rasuulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Akan segera tegak berdiri di akhir Ummat-Ku seorang Kholiifah (red. Beberapa saat, setelah pemboikotan itu terjadi), Kholifah akan membagi bagikan harta, dengan tanpa menghitung-hitung jumlahnya. (Shohih Muslim : 5189)

Dari Nu'man bin Basyir: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Masa Kenabian itu berlangsung di tengah-tengah kalian selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Ia hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa khilafah di atas manhaj kenabian selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Allah hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang menggigit selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Dia hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang sewenang-wenang selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Ia hendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj kenabian." Kemudian beliau diam. [HR. Ahmad IV/273, Al-Baihaqi]