Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah" (TQS. Ali Imran [3]:10) :::::::: "Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada al-khoir (Al-Islam), menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung." (TQS. Alim-Imran [3]:104):::::::: Sesungguhnya Allah menyukai orang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (TQS. Ash-Shaff [61]:4)

Selasa, 10 September 2013

Pilwalkot Makassar dan Sikap Politik Mahasiswa

2 komentar Diposting oleh Unknown at 22.43
Makassar. Gema Pembebasan-Forum bebas gerakan mahasiswa pembebasan, Dialog Pembebasan kembali hadir di kampus merah Universitas Hasanuddin. Dialog Pembebasan dalam seri ke lima puluh dua ini mengambil tajuk “Pilwalkot dan Sikap Politik Mahasiswa”.

Dialog pembebasan dilaksanakan pada hari Rabu, 04 September 2013. Mengambil tempat di sekitar pelataran ruangan kuliah Mata Kuliah Umum (MKU) Unhas. Sekira 20-an peserta forum bergumul membentuk lingkaran dalam diskusi bebas kali ini. Dialog dimulai sekitar pukul 16.15 WITA bertindak sebagai fasilitator adalah Busrah Hisam Ardans. Salah satu anggota gerakan mahasiswa (gema) pembebasan komsat Unhas angkatan 2011, mahasiswa fakultas peternakan.

Isu yang diambil merupakan isu lokal untuk wilayah kota Makassar. Tema ini terkait dengan kondisi politik kota Makassar yang memanas menjelang pemilihan umum wakil dan walikota Makassar di sekitar pertengahan bulan ini.

Perjamuan pesta demokrasi di tingkat kota provinsi ini merupakan salah satu pilar demokrasi dalam bidang pemerintahan. Setidaknya ada 10 calon walikota dan wakil walikota yang berkompetisi dalam perhelatan dalam memperubutkan tampuk kepemimpinan di tingkat kota ini menjelang berakhirnya masa jabatan Ilham Arif Sirajuddin dan Supomo Guntur.

Perbincangan peserta diskusi membahas mengenai manuver-manuver politik para calon walikota dalam memenangkan proses pemilihan umum ini. Manuver-manuver politik yang dimainkan oleh para calon walikota ini, seperti biasa tetap menonjolkan jualan-jualan janji manis yang sifatnya pragmatisme. “Beberapa calon walikota menjanjikan listrik gratis, sewa pete-pete gratis dan ada pula yang mengiming-imingi masyarakat dengan sejumlah uang jutaan rupiah per satu keluarga dalam mengembangkan usaha”, papar Busrah.

Dalam selebaran yang dibagikan oleh gerakan mahasiswa pembebasan komsat Unhas disampaikan salah satu isu yang ditonjolkan adalah permasalahan gender. Muhyina Muin yang merupakan salah satu calon walikota Makassar mengemukakan bahwa keterwakilan dan aspirasi perempuan perpolitikan di Indonesia, khususnya di Makassar masih sangat kurang. Pemimpin perempuan harus memperjuangkan hak-hak perempuan dan memberikan ruang yang sama antara laki-laki dan perempuan dalam setiap kebijakan yang diambil. Demokrasi memang menjadi bekingan tetap bagi kesetaraan gender.

Tema kali ini menghadirkan banyak pertanyaan serta tanggapan dari peserta forum ini mengenai aksi politik pemerintah yang menjajikan sebuah harapan kepada masayarakat, namun itu hanyalah sebuah modus politik belaka. Pendidikan politik dalam sistem demokrasi hanya mengahasilkan sikap utilitarian, pragmatisme, hanya mengejar asas manfaat belaka. Praktek ini gampang terlihat dengan ketidak konsistenan masyarakat dalam menentukan siapa yang mereka pilih. Tergantung kepada seberapa besar angpau yang mereka dapatkan. Sehingga praktek black campaign, serangan fajar sudah menjadi cerita lama dalam mekanisme pemilihan umum ini.

“Sebagai seorang mahasiswa kita harus menentukan sikap politik sebagai refleksi fakta yang terjadi di masyarakat dewasa ini. Sikap politik sebagai seorang muslim senantiasa harus disandarkan pada pandangan politik dalam Islam. Dalam Islam, politik artinya mengurusi urusan ummat”, imbuh Indra dalam dialog kali ini.

Dalam Islam membimbing manusia untuk mengikatkan diri dalam setiap aktivitasnya. Salah satu aktivitas itu adalah pandangan politik seorang mahasiswa. Dalam Islam, pemilu memang ada dan dibolehkan (mubah).  Sebab, kekuasaan itu ada di tangan umat (as-sulthan li al-ummah). Ini merupakan salah satu prinsip dalam sistem pemerintahan Islam (Khilafah). Prinsip ini terlaksana melalui metode ba’iat dari pihak umat kepada seseorang untuk menjadi khalifah. Namun, perlu dipahami, bahwa pemilu hanyalah cara (uslub), bukan metode (thariqah). Cara mempunyai sifat tidak permanen dan bisa berubah-ubah, sedangkan metode bersifat tetap dan tidak berubah-ubah. [] Adi/IW
Baca »

Minggu, 10 Maret 2013

Densus 88 Pembasmi Teror atau Penebar Teror ?

0 komentar Diposting oleh Unknown at 06.09
"Ada wacana pembubaran DENSUS 88, terkait banyaknya kasus "Extra Judicial Killing", namun disisi lain ketua BNPT Ansyad Mbai mengatakan "siapa lagi yg melindungi Indonesia dari aksi terorisme ?"

Hadiri...
Dialog Pembebasan #5 tema: "Densus 88 Pembasmi Teror atau Penebar Teror ?"
Fasilitator: Abd khaliq (aktivis GP UNHAS) 
Senin, 11/3/2013 pukul 16.10-18.00 Wita 
di bawah tangga kampus Gowa Fakultas Teknik Unhas.

Gema Pembebasan Komsat Unhas Biro Teknik Gowa
Bersatu Bergerak Tegakkan Ideologi ISLAM
Baca »

Galeri Dialog Pembebasan Edisi 40

0 komentar Diposting oleh Unknown at 05.18
Galeri Dialog Pembebasan Edisi 40 - Tema yang diangkat dalam dialog pembebasan seri ke 40 ini adalah “89 tahun tanpa KHILAFAH”. GP sengaja mengangkat tema ini sebagai bentuk refleksi atas runtuhnya perisai kaum muslim ini di tahun 1924.

Baca »

89 Tahun Tanpa Khilafah

0 komentar Diposting oleh Unknown at 04.52
89 Tahun Tanpa Khilafah - Jumat, 08 Maret 2013 pukul 16.15 bertempat di depan Ruang LT. 3 Unhas, Gerakan Mahasiswa Pembebasan kembali mengadakan dialog terbuka untuk kesekian kalinya. Kurang lebih 20an peserta tampak memadati halaman LT.3. Tema yang diangkat dalam dialog pembebasan seri ke 40 ini adalah “89 tahun tanpa KHILAFAH”. GP sengaja mengangkat tema ini sebagai bentuk refleksi atas runtuhnya perisai kaum muslim ini di tahun 1924.

Dialog pembebasan kali ini difasilitasi oleh Annas Hawa. Sebelum dialog berjalan lebih lanjut, fasilitator memberikan preview atas tema yang diangkat. Beliau memaparkan garis besar mengapa negeri adidaya ini bisa runtuh. “3 Maret tepatnya tahun 1924, negeri Khilafah resmi diruntuhkan oleh penghianat Islam Mustafa Kemal Attaturk (Bapak Turki) La’natullah,” pungkasnya. Bukan sekedar mengenang, namun mengambil makna agar memahami apa obat bagi kehancuran Khilafah Islam yg pernah menaungi seluruh Muslim. Meniti sejarah memahami kesalahan masa lalu untuk jadi amaran bagi jalan yang dibangun di masa depan ketika menyambut kembalinya Khilafah.
Baca »

Jumat, 01 Maret 2013

Galeri Dialog Pembebasan Edisi 39

0 komentar Diposting oleh Unknown at 22.26
Galeri Dialog Pembebasan Edisi 39 - Dialog Pembebasan #39 "Tanda-tanda Keruntuhan Kapitalisme" Jumat (1/3/13) pkl 16.15-18.00 wita @pelataran LT.3 MKU Unhas.

"Awalnya saya merasa terpaksa untuk ikut duduk sama2 disini, tapi setelah saya mendengar dan mengikuti arah pembicaraan saya sadar bahwa teman2 GP hanya mau mengajak kita untuk berpikir lebih daripada mahasiswa2 yg lain" komentar Sukri, Mahasiswa Pertanian 2012 pada Dialog Pembebasan #39 "Tanda-tanda Keruntuhan Kapitalisme" Jumat (1/3/13) pkl 16.15-18.00 wita @pelataran LT.3 MKU Unhas.
Dalam dialog Pembebasan Edisi 39 ini, tampil sebagai Fasilitator adalah Muhammad Ikram Sutanto. Tampak pada galeri foto di atas para Peserta menyimak pembicaraan dengan Seksama.
Baca »

Selasa, 05 Februari 2013

Narkoba Dan Pergaulan Bebas

1 komentar Diposting oleh Unknown at 15.03
Narkoba Dan Pergaulan Bebas - Jumat 1 januari 2013, Gerakan Mahasisiwa Pembebasan Komisariat Unhas kembali menyajikan jamuan rutin kepada civitas akademika unhas dengan kegiatan rutin pekanan, dialog pembebasan. Dialog pembebasan edisi ke-35 ini kembali mengangkat tema yang sangat relevan dengan kegelapan yang menimpa negeri ini,” Narkoba Dan Pergaulan Bebas” itulah tema yang terucap  dari alat artikulasi fasilitator yang kemudian menggema ditelinga peserta dialog pembebasan sore ini.

Narkoba dan pergaulan bebas,  inilah yang menjadi ukuran gaul tidaknya remaja kita hari ini, mereka dianggap culun bahkan tidak mendapat tempat dalam pergaulannya ketika tidak punya pacar, punya pacar tetapi tidak menciumnya, menciumnya namun tidak berhubungan dengannya dan lebih dari itu, mengonsumsi barang harampun tak lepas dari tolak ukur mereka. Sebenarnya beberapa komponen bangsa ini sadar akan dampak negatif keadaan ini namun sayang kesadaran itu tak tercermin ketika kita bertanya apa solusinya ?.

Baca »

Kamis, 27 Desember 2012

Penipuan atas Nama Toleransi

0 komentar Diposting oleh Unknown at 05.47
Dialog Pembebasan-Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Komisariat Universitas Hasanuddin kembali akan mengadakan acara rutin (mingguan) Dialog Pembebasan. Pada kesempatan kali ini, Dialog Pembebasan Seri 30 akan mengakat tema tentang "Penipuan atas Nama Toleransi".

Tema ini diangkat karena melihat kondisi umat Islam yang seakan terhipnotis untuk turut mengucapkan Selamat Natal pada 25 Desember silam. Padahal dalam Islam haram memberikan selamat Natal kepada umat Kristen. 
Baca »

Rabu, 21 November 2012

Solusi Tuntas Pengelolaan Migas

0 komentar Diposting oleh Unknown at 15.24
Rabu 21 November 2012 pukul 16.00 bertempat di depan LT(lecture theatre) Unhas sekitar 20 mahasiswa asyik berdiskusi membahas salah satu aset rakyat Indonesia. Apa itu? Tak lain tak bukan Minyak dan gas Bumi. Dialog pembebasan kali ini difasilitasi oleh saudara Okto Mahasiswa FMIPA angkatan 2012.

Acara diawali dengan pengantar oleh fasilitaor DP, okto. Dia menjelaskan potensi migas Indonesia mencapai 8000 trilyun rupiah. Jumlah yang 4 kali lebih besar dibanding utang Indonesia saat ini yang mencapai 2000 trilyun. Saat ini 80% sumur migas dikelola oleh asing. Inilah yang menyebabkan migas tidak memberi manfaat ekonomi untuk rakyat. Setelah memaparkan keadaan migas Indonesia fasilitator kemudian mempersilahkan para peserta untuk menyampaikan pendapatnya.
Baca »
 

Hadist

Dari Abi Nadhrah berkata: "Kami sedang berada bersama Jabir bin Abdullah, rodhiyallahu 'anhuma, dia berkata. (Rasuulullah Saw Bersabda) : "Hampir saja tidak boleh dibawa masuk ke negeri Iraq (diboikot) makanan sepotong roti-pun (qafizh), diboikot pula masuknya dirham,". Kami lalu bertanya kepada beliau, "Dari mana (bangsa) yang melakukan demikian?" Dia menjawab, "Orang orang 'Ajam (non Arab. Red. Amerika) yang memmboikotnya".
Kemudiannya Beliau berkata lagi, " Hampir–hampir saja tidak boleh dibawa masuk sekeping dinar kepada penduduk Syaam, tidak boleh pula dibawa masuk (diboikot) kepada penduduk Syaam se-takar-an makanan pun (mudyun)." Kami bertanya lagi, "Dari mana (bangsa) yang melakukan demikian? Beliau menjawab, "Dari bangsa Ruum. (Note : kita tahu Israel adalah imigran dari Ruum, utamanya dari Eropa, yang datang menjajah Palestine sejak tahun 1917). Kemudian diam sejenak.
Lalu dia berkata, Bersabda Rasuulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Akan segera tegak berdiri di akhir Ummat-Ku seorang Kholiifah (red. Beberapa saat, setelah pemboikotan itu terjadi), Kholifah akan membagi bagikan harta, dengan tanpa menghitung-hitung jumlahnya. (Shohih Muslim : 5189)

Dari Nu'man bin Basyir: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Masa Kenabian itu berlangsung di tengah-tengah kalian selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Ia hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa khilafah di atas manhaj kenabian selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Allah hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang menggigit selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Dia hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang sewenang-wenang selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Ia hendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj kenabian." Kemudian beliau diam. [HR. Ahmad IV/273, Al-Baihaqi]