Home »
Posts filed under Tsaqafah
Sejak dulu, ulama memiliki peran yang sangat besar dalam berbagai peristiwa sejarah penting, terutama sejarah perubahan masyarakat (social engineering). Bahkan nyaris tidak ada satu pun perubahan masyarakat di dunia ini yang tidak melibatkan peran ulama. Mereka jugalah orang pertama yang menyebarkan kesadaran ini di tengah-tengah masyarakat hingga masyarakat memiliki kesadaran kolektif untuk melakukan perubahan. Jika kesadaran terhadap kerusakan masyarakat belum tumbuh di tengah-tengah masyarakat, niscaya tidak akan tumbuh pula keinginan untuk berubah, apalagi upaya untuk melakukan perubahan. Dari sini bisa disimpulkan, bahwa ulama merupakan sumber dan inspirasi perubahan.
Sayang, seiring dengan kemunduran taraf berpikir umat Islam, yang diimbuhi dengan proses sekularisasi di Dunia Islam, umat Islam mulai kesulitan menemukan sosok ulama yang mampu menggerakkan perubahan, seperti yang pernah dilakukan Nabi saw. Yang kita dapati adalah ulama yang fakih dalam masalah agama, tetapi tidak memiliki visi politik dan negarawan yang handal. Akhirnya, mereka mudah dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam. Ada pula ulama yang memisahkan diri dari kekuasaan dan politik, dengan alasan, politik itu kotor dan najis.
Akibatnya, mereka tidak mampu memberikan konstribusi bagi perubahan masyarakat dan negaranya. Mereka asyik dengan ibadah-ibadah ritual yang sejatinya justru memberangus predikatnya sebagai pewaris nabi. Ada pula ulama yang, sadar atau tidak, terkooptasi oleh pemerintah kufur dan antek-anteknya. Mereka rela menjual agamanya untuk kepentingan dunia. Jahatnya lagi, mereka bahkan rela menyerahkan saudara-saudara Muslimnya untuk memenuhi keinginan kaum kafir. Ada pula yang bertingkah bak seorang artis yang hanya mengejar popularitas belaka. Lantas, apa fungsi dan peran ulama sesungguhnya?
Baca »
Tags:
Tsaqafah
Tsaqafah - Dalam membahas dan mengungkap kepribadian manusia telah banyak dilakukan oleh manusia. Kepribadian manusia menjadi teka-teki tersendiri bagi mereka. Kepribadian ini telah banyak dikaji oleh orang-orang Barat hingga Islam pun mengkaji permasalah demikian.
Kepribadian manusia penting untuk diidentifikasi pasalnya ini menjadi misteri kenapa manusia melakukan sesuatu dan dengan ini pula kita dapat merubah suatu kaum. Kepribadian manusia salah satunya telah dirumuskan dengan cemerlang oleh salah satu ulama Islam dewasa ini dengan sangat gamblang yaitu Syaikh Taqiyuddin An Nabhani. Menurut syaikh Taqiyuddin An Nabhani bahwa kepribadian (syakshyiah) dibentuk dari pemikiran (aqliyah) dan perasaan (nafshiyah) seseorang. Jadi, unsur pembentuk sebuah kepribadian seseorang adalah pemikiran dan perasaan.
Sehingga dengan definisi ini, maka akan dikenal secara umum kepribadian yaitu kepribadian yang Islami, kepribadian unik (amburadul) dan kepribadian yang tidak Islami. Kepribadian yang unik (amburadul) sebenarnya termasuk kepribadian yang tidak Islami pasalnya dalam kepribadian yang unik biasanya tidak terjadi perpaduan sumber yang sama antara pemikiran dan perasaan. Pemikiran dan perasaannya berasal dari sumberyang berbeda. Misalnya, seseorang yang memiliki perasaan yang Islami tetapi pemikirannya mengambil atau bersandar pada Kapitalisme-Sekularisme maupun Materialisme-Sosialisme.
Baca »
Tags:
Tsaqafah
Mencari Ilmu yang Paling Utama - Apakah ilmu yang paling utama untuk dipelajari umat Islam? Dalam beberapa kali seminar tentang peradaban Islam, di mana disampaikan berbagai prestasi sains dan teknologi umat Islam di masa Khilafah, sering muncul pertanyaan, “apakah itu ilmu-ilmu yang paling utama, yang akan mendekatkan kita kepada Allah?”
Di sisi lain ada fenomena di antara calon mahasiswa (Muslim) yang galau ketika memilih program studi di perguruan tinggi. Ada di antara mereka yang bertanya, “Ustadz, keahlian apa yang paling utama jika nanti Khilafah tegak kembali, saya ingin mengambil program studi itu saja”. Sementara itu ada fenomena, sebagian mahasiswa Muslim di universitas favorit – justru mereka yang berprestasi – telah memilih berhenti kuliah dengan alasan mereka merasa telah “tersesat”, karena belajar ilmu-ilmu “sekuler” (seperti kedokteran atau teknik), sementara ilmu-ilmu yang terkait kebahagiaan dunia dan akhirat (yaitu ilmu-ilmu agama) belum cukup mereka teguk.
Baca »
Tags:
Tsaqafah
Korupsi dimana-mana - Sedemikian rupa orang percaya pada demokrasi, seolah ia adalah pangkal dari segala kebaikan dan senjata pamungkas untuk setiap persoalan. Segala hal yang baik pastilah demokratis dan segala hal yang buruk pastilah tidak demokratis. Menolak demokrasi sama artinya dengan menolak zaman. Benarkah begitu ?
Ingat, pangkal korupsi adalah sistem demokrasi. Ketika kedaulatan diserahkan kepada manusia atas nama rakyat, hukum pun kemudian ditentukan oleh manusia untuk kepentingan manusia. Dalam kondisi seperti ini uang menjadi panglima, menjadi tujuan kepentingan manusia dan paling mempengaruhi manusia.
Baca »
Tags:
opini islam,
Tsaqafah
Umat Islam Merayakan Tahun Baru ? Bukti Penguasa Tidak Mampu Menjaga Akidah Umat
Preet....preeet... begitulah bunyi terompet mengiringi kedatangan tahun baru 2013. Tahun baru masehi. Tahun baru bagi agama kafir. Belum lagi, panorama indah kembang api di pusat-pusat keramaian bagai penambah bumbu romantisme kawula muda.
Menilisik lebih dalam, fenomena perayaan tahun baru yang acapkali diramaikan dan seakan menjadi hal lumrah serta wajib bagi sebagian besar kalangan umat Islam adalah suatu bentuk penggadaian aqidah. Dalam sejarah, tahun baru diperingati oleh Julius Caesar. Januari dipilih sebagai sebagai bulan pertama karena dikaitkan dengan dewa Janus. Hingga acara ini pun diadopsi oleh umat Kristen dan dirayakan sampai sekarang. Belum lagi, seminggu sebelumnya banyak kalangan di umat ini yang ikut Natal-an bersama. Katanya sih, sebagai bukti toleransi beragama. Tapi, kalau menyangkut aqidah bisa kah kita mengatakan sebagai toleransi. Katakan tidak, untuk toleransi aqidah.
Baca »
Tags:
opini islam,
Tsaqafah
Sinkretisme tampak jelas dalam seruan berpartisipasi merayakan Natal dan Tahun Baru, termasuk mengucapkan selamat Natal.
Kalau orang-orang Kristen merayakan Natal, itu suatu yang wajar. Tapi ketika mereka mengajak kaum Muslimin untuk ikut serta merayakan hari raya mereka, ini hal yang harus diwaspadai. Kenapa? Pasti ada udang di balik batu.
Ketua Perayaan Natal Nasional Nafsiyah Mboy menyatakan, “Presiden mengharapkan penyelenggaraan puncak perayaan Natal 2012 bersifat inklusif, dan dapat dirasakan semua pihak, tidak hanya oleh umat Kristiani.” Entah SBY mengatakan seperti itu atau tidak, sepintas pernyataan itu biasa, tapi jika ditelaah lebih dalam, ada bahaya di dalamnya.
Baca »
Tags:
Tsaqafah
Banyak yang menganggap bahwa bulan Oktober adalah bulan Pemuda dan Bulan Tonggak Perjuangan dan Persatuan bangsa Indonesia. Betapa tidak, pada bulan tersebut tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda dan pelajar di seluruh penjuru Indonesia datang dan berkumpul untuk mengikrarkan sebuah sumpah setia pada tanah air pada Kongres II di Jakarta. Sumpah sakral yang mempunyai energi luar biasa dalam mempersatukan gerakan kepemudaan yang bersifat kedaerahan menuju gerakan nasional dalam berjuang melawan penjajahan Negara Imperialis Belanda. Sampai akhirnya, ikrar setia ini diklaim menjadi faktor pendorong dalam tercapainya kemerdekaan Indonesia.
Bagaimana dengan sekarang? Apakah ikrar, janji suci itu masih nampak tajinya? Apakah Indonesia sampai sekarang ini sudah merdeka? Indonesia yang telah merdeka kurang lebih 67 tahun, ternyata menyisahkan semangat persatuan yang telah luntur, sumpah pemuda menjadi usang. Kemerdekaan yang selama ini menjadi impian memang sudah terwujud secara parsial, merdeka fisik tetapi merdeka dalam menentukan dan bersikap tampaknya masih jauh dari harapan. Faktanya, Indonesia masih di dikte oleh banyak kepentingan asing. Itulah yang bisa kita lihat dengan mudah secara kasat mata bahwa kita (Indonesia) memang sudah merdeka secara fisik, dan memang penjajahan fisik telah pergi. Namun, ternyata penjajahan non-fisik masih mencengkeram kuat di seluruh sendi kehidupan; baik di sektor politik, ekonomi, sosial, budaya maupun kemanan. Keterpurukan bangsa ini tercermin dari angka kemiskinan yang tinggi, kasus korupsi yang menggurita, penegakan hukum yang bobrok, dekedansi moral, dan masih banyak lagi.
Baca »
Tags:
Tsaqafah