Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah" (TQS. Ali Imran [3]:10) :::::::: "Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada al-khoir (Al-Islam), menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung." (TQS. Alim-Imran [3]:104):::::::: Sesungguhnya Allah menyukai orang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (TQS. Ash-Shaff [61]:4)

Minggu, 24 Februari 2013

Hanya Khilafah Yang Akan Menghilangkan Ancaman Tingginya Inflasi

Diposting oleh gp unhas at 07.56

Get free daily email updates!

Follow us!

Khilafah - Rupee, sebagaimana mata uang lainnya seperti Dolar dan Poundsterling, pada awalnya didukung oleh logam mulia. Dalam kasus Dollar dukungan itu adalah emas dan dalam kasus Rupee dukungannya adalah perak. Sistem ini menstabilkan nilai unit moneter baik secara internal di dalam negeri maupun eksternal pada perdagangan internasional. Saat ini, ada jumlah emas dan perak yang cukup di dunia untuk dapat mendukung ekonomi yang sesungguhnya, transaksi seperti membeli dan menjual makanan, pakaian, tempat berlindung, kemewahan, mesin-mesin manufaktur, teknologi dan sebagainya. Namun, karena praktek-praktek kapitalis permintaan untuk mencetak uang melampaui jumlah pasokan emas dan perak. Pemerintah meninggalkan standar logam mulia, sehingga mata uang hanya didukung oleh otoritas negara, yang memungkinkan dicetaknya yang lebih banyak tanpa didukung sepenuhnya oleh emas dan perak, sehingga uang menjadi tidak berharga, atau hampir tidak berharga. Meskipun klaim palsu meyakinkan pemerintah suatu yang berlawanan, Rupee yang jatuh nilainya secara terus-menerus, menyebabkan kenaikan besar dalam harga. Namun, pemerintah terus mencetak lebih banyak uang tanpa peduli konsekuensinya yang mengerikan, dengan sibuk menggali liang lahat bagi urat nadi perekonomian – yakni mata uang.

Kapitalisme memberikan mandat manipulasi kepada suku bunga untuk mengendalikan perekonomian. Bank-bank swasta menggunakan uang deposan dan menyimpannya pada bank pemerintah Pakistan dalam rekening khusus untuk memperoleh tingkat bunga yang lebih tinggi. Karena Bank Negara tidak punya uang yang lebih untuk membayar kembali bunga kepada bank-bank swasta itu, maka Bank Negara “menciptakan uang” dengan mencetak lebih banyak uang, untuk membayar bunga kepada bank-bank pemilik deposito itu.
Saldo kebijakan perdagangan kapitalis melalui devaluasi Rupee juga menyebabkan inflasi. Menjadi sebuah negara pengimpor dengan basis manufaktur yang lemah, Pemerintah kapitalis Pakistan mengawasi devaluasi Rupee sesuai dengan perintah IMF. Hal ini diklaim dilakukan terutama dilakukan untuk mengatasi masalah neraca perdagangan Pakistan. Namun, dengan mendevaluasi Rupee, Pemerintah Pakistan meningkatkan biaya input produksi, sehingga menyebabkan kekacauan di sektor pertanian, tekstil, dan lainnya yang sudah terhuyung-huyung oleh kebijakan suku bunga yang tinggi. Oleh karena itu, tingginya biaya pinjaman bersama dengan kenaikan biaya produksi, menyebabkan banyak industri dan perusahaan tidak dapat bersaing di tingkat internasional.

Islam telah mengamanatkan bahwa mata uang negara harus didukung oleh kekayaan logam mulia, sehingga mengakhiri akar penyebab inflasi. Islam mendefinisikan mata uang negara sebagai Dinar Emas seberat 4.25 gram, dan Dirham Perak seberat 2.975 gram. Inilah sebabnya mengapa Khilafah menikmati harga yang stabil selama lebih dari seribu tahun. Kembali ke standar emas dan perak bagi umat Islam adalah suatu hal yang sungguh praktis. Negeri-negeri Muslim di mana Daulah Khilafah akan timbul banyak mengandung sumber daya emas dan perak, seperti Sandaik dan Reko Diq di Pakistan.

Khilafah di masa datang akan memperkuat dan menstabilkan mata uangnya dengan dukungan kekayaan yang riil, yakni emas dan perak, untuk mengakhiri inflasi yang secara pasti telah melumpuhkan rumah tangga, industri dan pertanian.

Untuk mendapatkan rincian lebih lanjut tentang hal ini lihat kebijakan ekonomi yang lengkap dan artikel yang relevan dari konstitusi negara Khilafah dalam buku:Manifesto of Hizb ut-Tahrir for Pakistan (Khilafah.com,16/2/www.globalmuslim.web.id)

If you Like This Article,Then kindly linkback to this article by copying one of the codes below.

URL Of Post:



Paste This HTML Code On Your Page:


Comments
0 Comments

0 komentar:

Have any question? Feel Free To Post Below:

No Spam...!
No Pornography...!
No Sukelarism...!
No Capitalism....!
No Liberalism...!
No Socialism...!
No Nationalism....!

 

Hadist

Dari Abi Nadhrah berkata: "Kami sedang berada bersama Jabir bin Abdullah, rodhiyallahu 'anhuma, dia berkata. (Rasuulullah Saw Bersabda) : "Hampir saja tidak boleh dibawa masuk ke negeri Iraq (diboikot) makanan sepotong roti-pun (qafizh), diboikot pula masuknya dirham,". Kami lalu bertanya kepada beliau, "Dari mana (bangsa) yang melakukan demikian?" Dia menjawab, "Orang orang 'Ajam (non Arab. Red. Amerika) yang memmboikotnya".
Kemudiannya Beliau berkata lagi, " Hampir–hampir saja tidak boleh dibawa masuk sekeping dinar kepada penduduk Syaam, tidak boleh pula dibawa masuk (diboikot) kepada penduduk Syaam se-takar-an makanan pun (mudyun)." Kami bertanya lagi, "Dari mana (bangsa) yang melakukan demikian? Beliau menjawab, "Dari bangsa Ruum. (Note : kita tahu Israel adalah imigran dari Ruum, utamanya dari Eropa, yang datang menjajah Palestine sejak tahun 1917). Kemudian diam sejenak.
Lalu dia berkata, Bersabda Rasuulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Akan segera tegak berdiri di akhir Ummat-Ku seorang Kholiifah (red. Beberapa saat, setelah pemboikotan itu terjadi), Kholifah akan membagi bagikan harta, dengan tanpa menghitung-hitung jumlahnya. (Shohih Muslim : 5189)

Dari Nu'man bin Basyir: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Masa Kenabian itu berlangsung di tengah-tengah kalian selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Ia hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa khilafah di atas manhaj kenabian selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Allah hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang menggigit selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Dia hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang sewenang-wenang selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Ia hendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj kenabian." Kemudian beliau diam. [HR. Ahmad IV/273, Al-Baihaqi]