Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah" (TQS. Ali Imran [3]:10) :::::::: "Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada al-khoir (Al-Islam), menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung." (TQS. Alim-Imran [3]:104):::::::: Sesungguhnya Allah menyukai orang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (TQS. Ash-Shaff [61]:4)

Minggu, 24 Februari 2013

Kunjungan Politik GEMA Pembebasan ke BEM Pertanian Unhas

Diposting oleh gp unhas at 07.02

Get free daily email updates!

Follow us!

Kunjungan Politik GEMA Pembebasan ke BEM Pertanian Unhas -  Makassar, Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Komisariat Universitas Hasanuddin melakukan kunjungan ke salah satu  lembaga internal kampus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM),  tepatnya di BEM Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin. Kunjungan ini dilakukan pada hari Selasa sore, 19 Februari 2013 sebelum aktivitas perkuliahan berakhir.

Kunjungan yang dilakukan merupakan salah satu agenda rutin Gema  Pembebasan komsat Unhas untuk menjalin sinergitas lembaga, menjalin komunikasi antar lembaga internal maupun eksternal kampus, dan memperkenalkan Gema Pembebasan pada khayalak mahasiswa, selain mengopinikan Gema Pembebasan sebagai gerakan mahasiswa yang menyerukan Islam di tengah-tengah kampus.
Rombongan pengurus  Gema Pembebasan Komsat Unhas kemudian disambut dengan ramah oleh para pengurus BEM Fakultas Pertanian. Kunjungan Gema Pembebasan Komsat Unhas ke BEM Pertanian sebelumnya sudah dinanti oleh rekan-rekan pengurus BEM Pertanian. Setelah masuk, pengurus Gema Pembebasan Komsat Unhas kemudian mengutarakan lebih lanjut maksud dan tujuan kedatangan mereka ke BEM Pertanian. Ahmad Masri, Ketua Gema Pembebasan komsat Unhas dalam dialog dan diskusi lepas dengan pengurus BEM Pertanian menjelaskan bahwa Gerakan Masiswa Pembebasan adalah gerakan mahasiswa ekstra kampus yang dalam pergerakannya, aktivitas dan ide yang diusung selalu mengedepankan pemikiran Islam dan tanpa kekerasan. “Kami adalah gerakan mahasiswa yang memberikan tantangan intelektual kepada para mahasiswa dengan menjadikan ideologi Islam sebagai landasan dan solusi atas setiap fakta kerusakan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia”, ungkap Ahmad Masri menjelaskan. Para pengurus dari BEM Pertanian kemudian dengan antusias merespon apa yang disampaikan oleh Gema Pembebasan komsat Unhas.

Di akhir kunjungan, Gema Pembebasan komsat Unhas mengundang rekan-rekan pengurus BEM Pertanian untuk hadir ke dalam beberapa agenda rutin yang dilakukan oleh Gerakan Mahasiswa Pembebasan komsat Unhas termasuk Dialogika dan Training Pembebasan 1 yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini yaitu pada hari Rabu dan Sabtu tanggal  20 dan 23 Februari 2013.

Diharapkan dengan adanya kunjungan antar lembaga seperti ini akan memperkuat jalinan kerjasama antar lembaga dan sama-sama bergerak dalam melakukan perubahan yang hakiki yang merupakan salah satu bagian terpenting dari peran dan fungsi mahasiswa sebagai agent of change. [Indrawirawan]

If you Like This Article,Then kindly linkback to this article by copying one of the codes below.

URL Of Post:



Paste This HTML Code On Your Page:


Comments
0 Comments

0 komentar:

Have any question? Feel Free To Post Below:

No Spam...!
No Pornography...!
No Sukelarism...!
No Capitalism....!
No Liberalism...!
No Socialism...!
No Nationalism....!

 

Hadist

Dari Abi Nadhrah berkata: "Kami sedang berada bersama Jabir bin Abdullah, rodhiyallahu 'anhuma, dia berkata. (Rasuulullah Saw Bersabda) : "Hampir saja tidak boleh dibawa masuk ke negeri Iraq (diboikot) makanan sepotong roti-pun (qafizh), diboikot pula masuknya dirham,". Kami lalu bertanya kepada beliau, "Dari mana (bangsa) yang melakukan demikian?" Dia menjawab, "Orang orang 'Ajam (non Arab. Red. Amerika) yang memmboikotnya".
Kemudiannya Beliau berkata lagi, " Hampir–hampir saja tidak boleh dibawa masuk sekeping dinar kepada penduduk Syaam, tidak boleh pula dibawa masuk (diboikot) kepada penduduk Syaam se-takar-an makanan pun (mudyun)." Kami bertanya lagi, "Dari mana (bangsa) yang melakukan demikian? Beliau menjawab, "Dari bangsa Ruum. (Note : kita tahu Israel adalah imigran dari Ruum, utamanya dari Eropa, yang datang menjajah Palestine sejak tahun 1917). Kemudian diam sejenak.
Lalu dia berkata, Bersabda Rasuulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Akan segera tegak berdiri di akhir Ummat-Ku seorang Kholiifah (red. Beberapa saat, setelah pemboikotan itu terjadi), Kholifah akan membagi bagikan harta, dengan tanpa menghitung-hitung jumlahnya. (Shohih Muslim : 5189)

Dari Nu'man bin Basyir: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Masa Kenabian itu berlangsung di tengah-tengah kalian selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Ia hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa khilafah di atas manhaj kenabian selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Allah hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang menggigit selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Dia hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang sewenang-wenang selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Ia hendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj kenabian." Kemudian beliau diam. [HR. Ahmad IV/273, Al-Baihaqi]