Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah" (TQS. Ali Imran [3]:10) :::::::: "Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada al-khoir (Al-Islam), menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung." (TQS. Alim-Imran [3]:104):::::::: Sesungguhnya Allah menyukai orang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (TQS. Ash-Shaff [61]:4)

Rabu, 09 Oktober 2013

Gema Pembebasan Unhas, sambut Maba dengan IPK4

Diposting oleh gp unhas at 00.43

Get free daily email updates!

Follow us!

Gema Pembebasan Unhas, sambut Maba dengan IPK4
Gema Unhas/Doc. GP Unhas
Makassar-gemapembebasan. Bulan September dalam dunia akademik adalah bulan-bulan awal masuknya mahasiswa baru di kampus ataupun di universitas. Momen mahasiswa baru adalah sebuah momen dimana mahasiswa harus mengenal lingkungan baru, beradaptasi, mengenal kampus, maupun mengenal lembaga dan gerakan mahasiswa.

Gerakan mahasiswa pembebasan  sebagai sebuah gerakan mahasiswa yang lahir dari rahim ideologi Islam juga berusaha memperkenalkan geliat dirinya dalam ranah kampus. Hal ini pula yang mendasari sehingga gerakan mahasiswa (gema) pembebasan komsat Universitas Hasanudin (Unhas) melakukan sebuah agenda penyambutan mahasiswa baru (maba) yang dikemas dalam bentuk training. Training ini dinamamakan training IPK4.

Training IPK4 (Integrity Personality, Kreatif, Komunikatif, Kooperatif, Komprehensif) yang diadakan oleh gema pembebasan komsat Unhas mengambil tempat di LT. (Lecture Theatre) 8 MKU Unhas. Acara training terlaksana pada hari Ahad, 08 September 2013 dimulai dari jam 08.15 s/d 13.00 WITA denga tema “Menjadi mahasiswa lebih dari Mahasiswa”.

Varian materi yang disajikan dalam training ini adalah akidah-thaoriqul iman (memahami pandangan hidup dalam Islam) dan menjadi mahasiswa IPK4. Materi pertama yang menyangkut akidah dibawakan oleh Ardillah Sahi, S.Si (Alumni IPK4) dan materi kedua dibawakan oleh Muhammad Rahmani, S.T (Sekertaris Gema Pembebasan Wilayah Sulselbar). 

Dalam testimoninya, Arie Azhari (Alumni IPK4) menyampaikan kepada peserta training bahwa gerakan mahasiswa ideologis telah mengubahnya, memproteksi dirinya agar tidak berperilaku hedonis dalam dunia kampus. Mengenalkannya tentang Islam politik sehingga mampu menghukumi fakta-fakta yang terjadi di dalam masyarakat dengan sudut pandang Islam. “Sebuah training yang ingin mengantarkan Anda menjadi mahasiswa ideologis, aktivis Islam yang tidak hanya mengejar capaian IPK tinggi”, lanjut Arie.
Gema Pembebasan Unhas, sambut Maba dengan IPK4
IPK4/Doc. GP Unhas

Peserta yang hadir dalam training ini sekira ada 20-an orang yang berasal dari berbagai kampus, yaitu Unhas, Universitas Negeri Makassar (UNM), UIN Alauddin Makkassar, dan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Training ini memang dibungkus agak sedikit berbeda, training ini diadaptasi dari training yang dilakukan oleh BKLDK namun isi konten materinya tetap berpatokan pada TP. (Training Pembebasan) 1 gema pembebasan. Sebuah training motivasi, menyegarkan keimanan mahasiswa baru namun tetap mengajak peserta training untuk berpikir kritis menyoal kondisi kekinian realitas negeri ini, peka terhadap kondisi sosial disekitarnya, dan membahas kondisi ummat Islam dewasa ini. Hal ini terlihat di saat materi kedua yang dibawakan Muh. Rahmani yang konsep acaranya lebih mengarah kepada sharing-diskusi kepada peserta training. Peserta tampak antusias memberikan respon aktif saat pemateri meminta peserta untuk bertanya, memberi tanggapan ataupun komentar. Allahu Akbar. [] Indra.

If you Like This Article,Then kindly linkback to this article by copying one of the codes below.

URL Of Post:



Paste This HTML Code On Your Page:


Comments
0 Comments

0 komentar:

Have any question? Feel Free To Post Below:

No Spam...!
No Pornography...!
No Sukelarism...!
No Capitalism....!
No Liberalism...!
No Socialism...!
No Nationalism....!

 

Hadist

Dari Abi Nadhrah berkata: "Kami sedang berada bersama Jabir bin Abdullah, rodhiyallahu 'anhuma, dia berkata. (Rasuulullah Saw Bersabda) : "Hampir saja tidak boleh dibawa masuk ke negeri Iraq (diboikot) makanan sepotong roti-pun (qafizh), diboikot pula masuknya dirham,". Kami lalu bertanya kepada beliau, "Dari mana (bangsa) yang melakukan demikian?" Dia menjawab, "Orang orang 'Ajam (non Arab. Red. Amerika) yang memmboikotnya".
Kemudiannya Beliau berkata lagi, " Hampir–hampir saja tidak boleh dibawa masuk sekeping dinar kepada penduduk Syaam, tidak boleh pula dibawa masuk (diboikot) kepada penduduk Syaam se-takar-an makanan pun (mudyun)." Kami bertanya lagi, "Dari mana (bangsa) yang melakukan demikian? Beliau menjawab, "Dari bangsa Ruum. (Note : kita tahu Israel adalah imigran dari Ruum, utamanya dari Eropa, yang datang menjajah Palestine sejak tahun 1917). Kemudian diam sejenak.
Lalu dia berkata, Bersabda Rasuulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Akan segera tegak berdiri di akhir Ummat-Ku seorang Kholiifah (red. Beberapa saat, setelah pemboikotan itu terjadi), Kholifah akan membagi bagikan harta, dengan tanpa menghitung-hitung jumlahnya. (Shohih Muslim : 5189)

Dari Nu'man bin Basyir: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Masa Kenabian itu berlangsung di tengah-tengah kalian selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Ia hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa khilafah di atas manhaj kenabian selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Allah hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang menggigit selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Dia hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang sewenang-wenang selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Ia hendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj kenabian." Kemudian beliau diam. [HR. Ahmad IV/273, Al-Baihaqi]