Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah" (TQS. Ali Imran [3]:10) :::::::: "Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada al-khoir (Al-Islam), menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung." (TQS. Alim-Imran [3]:104):::::::: Sesungguhnya Allah menyukai orang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (TQS. Ash-Shaff [61]:4)

Selasa, 05 Maret 2013

Detik-Detik Runtuhnya Khilafah Islam

0 komentar Diposting oleh Unknown at 02.17
Detik-Detik Runtuhnya Khilafah Islam -  KHILAFAH Islamiyyah telah bermula sejak zaman selepas kewafatan Rasulullah SAW, sejak pemerintahan Khulafaur Rasyidin, dilanjutkan pemerintahan Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah, serta beberapa kerajaan lain sebelum kejatuhan kerajaan Islam yang terakhir, yaitu kerajaan Turki Utsmaniyyah.

Khilafah Islamiyyah merupakan kekuatan umat Islam yang amat menggetarkan pihak Barat. Khalifah adalah pengganti Rasulullah dalam mentadbir dan memerintah negara Islam, sekaligus sebagai pemimpin bagi umat Islam secara keseluruhan.
Baca »

3 MARET 1924

0 komentar Diposting oleh Unknown at 02.04
3 MARET 1924 - 3 Maret 1924 (28 Rajab 1342 ) merupakan tanggal penting dalam perjalanan sejarah umat Islam. Pada saat itu , secara resmi Khilafah Islamiyah dibubarkan oleh Kamal at Tartuk, seorang  keturunan Yahudi, yang merupakan agen Inggris.

Sejak saat itu umat Islam, tidak lagi memiliki institusi politik yang menyatukan umat Islam diseluruh dunia. Umat Islam tercerai berai menjadi lebih dari 50 negara bangsa (nation-state), yang membuat umat Islam lemah.

Padahal adalah perkara yang qot’i (pasti) di dalam Islam tentang kewajiban adanya persatuan umat  yang hanya akan terwujud secara riil  dengan kesatuan negara yaitu Khilafah. Kesatuan Khilafah , berarti kesatuan kepemimpinan, yakni satu Kholifah untuk seluruh kaum muslimin di dunia.
Baca »

Jumat, 01 Maret 2013

Menjawab Tuduhan tentang Hizbut Tahrir

0 komentar Diposting oleh Unknown at 23.29
Menjawab Tuduhan tentang Hizbut Tahrir - Dalam perjalanan dakwah menegakkan Kalimatullah di muka Bumi ini bukanlah soal yang mudah. Bebagai macam rintangan dan halangan akan muncul disana-sini. Bentuknya pun bermacam-macam, dan rintangan seperti ini adalah bumbu-bumbu dakwah.

Dalam banyak tulisan, banyak fitnah atau tuduhan yang dialamatkan kepada Hizbut Tahrir terhadap aktivitas dakwah yang dilakukannya. Hizbut Tahrir adalah sebuah sekelompok kaum (sesuai seruan yang termaktub dalam Al Quran),  apabila ingin di Indonesiakan adalah sebuah partai politik Islam (red: arti partai disini tidak sama dengan definisi partai politik dalam dunia demokrasi) yang dalam aktivitas dakwahnya semata-mata mendakwahkan Islam untuk diadopsi oleh masyarakat sebagai pandangan hidupnya.
Baca »

Minggu, 24 Februari 2013

Hanya Khilafah Yang Akan Menghilangkan Ancaman Tingginya Inflasi

0 komentar Diposting oleh Unknown at 07.56
Khilafah - Rupee, sebagaimana mata uang lainnya seperti Dolar dan Poundsterling, pada awalnya didukung oleh logam mulia. Dalam kasus Dollar dukungan itu adalah emas dan dalam kasus Rupee dukungannya adalah perak. Sistem ini menstabilkan nilai unit moneter baik secara internal di dalam negeri maupun eksternal pada perdagangan internasional. Saat ini, ada jumlah emas dan perak yang cukup di dunia untuk dapat mendukung ekonomi yang sesungguhnya, transaksi seperti membeli dan menjual makanan, pakaian, tempat berlindung, kemewahan, mesin-mesin manufaktur, teknologi dan sebagainya. Namun, karena praktek-praktek kapitalis permintaan untuk mencetak uang melampaui jumlah pasokan emas dan perak. Pemerintah meninggalkan standar logam mulia, sehingga mata uang hanya didukung oleh otoritas negara, yang memungkinkan dicetaknya yang lebih banyak tanpa didukung sepenuhnya oleh emas dan perak, sehingga uang menjadi tidak berharga, atau hampir tidak berharga. Meskipun klaim palsu meyakinkan pemerintah suatu yang berlawanan, Rupee yang jatuh nilainya secara terus-menerus, menyebabkan kenaikan besar dalam harga. Namun, pemerintah terus mencetak lebih banyak uang tanpa peduli konsekuensinya yang mengerikan, dengan sibuk menggali liang lahat bagi urat nadi perekonomian – yakni mata uang.
Baca »
 

Hadist

Dari Abi Nadhrah berkata: "Kami sedang berada bersama Jabir bin Abdullah, rodhiyallahu 'anhuma, dia berkata. (Rasuulullah Saw Bersabda) : "Hampir saja tidak boleh dibawa masuk ke negeri Iraq (diboikot) makanan sepotong roti-pun (qafizh), diboikot pula masuknya dirham,". Kami lalu bertanya kepada beliau, "Dari mana (bangsa) yang melakukan demikian?" Dia menjawab, "Orang orang 'Ajam (non Arab. Red. Amerika) yang memmboikotnya".
Kemudiannya Beliau berkata lagi, " Hampir–hampir saja tidak boleh dibawa masuk sekeping dinar kepada penduduk Syaam, tidak boleh pula dibawa masuk (diboikot) kepada penduduk Syaam se-takar-an makanan pun (mudyun)." Kami bertanya lagi, "Dari mana (bangsa) yang melakukan demikian? Beliau menjawab, "Dari bangsa Ruum. (Note : kita tahu Israel adalah imigran dari Ruum, utamanya dari Eropa, yang datang menjajah Palestine sejak tahun 1917). Kemudian diam sejenak.
Lalu dia berkata, Bersabda Rasuulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Akan segera tegak berdiri di akhir Ummat-Ku seorang Kholiifah (red. Beberapa saat, setelah pemboikotan itu terjadi), Kholifah akan membagi bagikan harta, dengan tanpa menghitung-hitung jumlahnya. (Shohih Muslim : 5189)

Dari Nu'man bin Basyir: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Masa Kenabian itu berlangsung di tengah-tengah kalian selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Ia hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa khilafah di atas manhaj kenabian selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Allah hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang menggigit selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Dia hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang sewenang-wenang selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Ia hendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj kenabian." Kemudian beliau diam. [HR. Ahmad IV/273, Al-Baihaqi]