Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah" (TQS. Ali Imran [3]:10) :::::::: "Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada al-khoir (Al-Islam), menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung." (TQS. Alim-Imran [3]:104):::::::: Sesungguhnya Allah menyukai orang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (TQS. Ash-Shaff [61]:4)

Rabu, 24 April 2013

Balada Krisis Pangan di Negeri Mapan

0 komentar Diposting oleh Unknown at 19.48
gemapembebasanunhas -  Diskusi Panel DIALOGIKA edisi 9 dengan tema "Balada Krisis Pangan di Negeri Mapan" yang mengudang pembicara dari:
- BEM Pertanian Unhas
- BEM Perikanan Unhas,
- Humas Gema Pembebasan Komsat Unhas

Rabu (17 April 2013) pukul 16.00-18.00 wita
@Pelataran Baruga AP.Pettarani Unhas
dialogika anak unhas, gema pembebasan unhas
humas gema unhas

dialogika anak unhas, gema pembebasan unhas


Baca »

Sabtu, 20 April 2013

Meningkatkan Kualitas Kepribadian Islam

0 komentar Diposting oleh Unknown at 04.29
Tsaqafah - Dalam membahas dan mengungkap kepribadian manusia telah banyak dilakukan oleh manusia. Kepribadian manusia menjadi teka-teki tersendiri bagi mereka. Kepribadian ini telah banyak dikaji oleh orang-orang Barat hingga Islam pun mengkaji permasalah demikian.

Kepribadian manusia penting untuk diidentifikasi pasalnya ini menjadi misteri kenapa manusia melakukan sesuatu dan dengan ini pula kita dapat merubah suatu kaum. Kepribadian manusia salah satunya telah dirumuskan dengan cemerlang oleh salah satu ulama Islam dewasa ini dengan sangat gamblang yaitu Syaikh Taqiyuddin An Nabhani.  Menurut syaikh Taqiyuddin An Nabhani bahwa kepribadian (syakshyiah) dibentuk dari pemikiran (aqliyah) dan perasaan (nafshiyah) seseorang. Jadi, unsur pembentuk sebuah kepribadian seseorang adalah pemikiran dan perasaan.

Sehingga dengan definisi ini, maka akan dikenal secara umum kepribadian yaitu kepribadian yang Islami, kepribadian unik (amburadul) dan kepribadian yang tidak Islami. Kepribadian yang unik (amburadul) sebenarnya termasuk kepribadian yang tidak Islami pasalnya dalam kepribadian yang unik biasanya tidak terjadi perpaduan sumber yang sama antara pemikiran dan perasaan. Pemikiran dan perasaannya berasal dari sumberyang berbeda. Misalnya, seseorang yang memiliki perasaan yang Islami tetapi pemikirannya mengambil atau bersandar pada Kapitalisme-Sekularisme maupun Materialisme-Sosialisme.
Baca »

Minggu, 10 Maret 2013

Densus 88 Pembasmi Teror atau Penebar Teror ?

0 komentar Diposting oleh Unknown at 06.09
"Ada wacana pembubaran DENSUS 88, terkait banyaknya kasus "Extra Judicial Killing", namun disisi lain ketua BNPT Ansyad Mbai mengatakan "siapa lagi yg melindungi Indonesia dari aksi terorisme ?"

Hadiri...
Dialog Pembebasan #5 tema: "Densus 88 Pembasmi Teror atau Penebar Teror ?"
Fasilitator: Abd khaliq (aktivis GP UNHAS) 
Senin, 11/3/2013 pukul 16.10-18.00 Wita 
di bawah tangga kampus Gowa Fakultas Teknik Unhas.

Gema Pembebasan Komsat Unhas Biro Teknik Gowa
Bersatu Bergerak Tegakkan Ideologi ISLAM
Baca »

Galeri Dialog Pembebasan Edisi 40

0 komentar Diposting oleh Unknown at 05.18
Galeri Dialog Pembebasan Edisi 40 - Tema yang diangkat dalam dialog pembebasan seri ke 40 ini adalah “89 tahun tanpa KHILAFAH”. GP sengaja mengangkat tema ini sebagai bentuk refleksi atas runtuhnya perisai kaum muslim ini di tahun 1924.

Baca »

89 Tahun Tanpa Khilafah

0 komentar Diposting oleh Unknown at 04.52
89 Tahun Tanpa Khilafah - Jumat, 08 Maret 2013 pukul 16.15 bertempat di depan Ruang LT. 3 Unhas, Gerakan Mahasiswa Pembebasan kembali mengadakan dialog terbuka untuk kesekian kalinya. Kurang lebih 20an peserta tampak memadati halaman LT.3. Tema yang diangkat dalam dialog pembebasan seri ke 40 ini adalah “89 tahun tanpa KHILAFAH”. GP sengaja mengangkat tema ini sebagai bentuk refleksi atas runtuhnya perisai kaum muslim ini di tahun 1924.

Dialog pembebasan kali ini difasilitasi oleh Annas Hawa. Sebelum dialog berjalan lebih lanjut, fasilitator memberikan preview atas tema yang diangkat. Beliau memaparkan garis besar mengapa negeri adidaya ini bisa runtuh. “3 Maret tepatnya tahun 1924, negeri Khilafah resmi diruntuhkan oleh penghianat Islam Mustafa Kemal Attaturk (Bapak Turki) La’natullah,” pungkasnya. Bukan sekedar mengenang, namun mengambil makna agar memahami apa obat bagi kehancuran Khilafah Islam yg pernah menaungi seluruh Muslim. Meniti sejarah memahami kesalahan masa lalu untuk jadi amaran bagi jalan yang dibangun di masa depan ketika menyambut kembalinya Khilafah.
Baca »
 

Hadist

Dari Abi Nadhrah berkata: "Kami sedang berada bersama Jabir bin Abdullah, rodhiyallahu 'anhuma, dia berkata. (Rasuulullah Saw Bersabda) : "Hampir saja tidak boleh dibawa masuk ke negeri Iraq (diboikot) makanan sepotong roti-pun (qafizh), diboikot pula masuknya dirham,". Kami lalu bertanya kepada beliau, "Dari mana (bangsa) yang melakukan demikian?" Dia menjawab, "Orang orang 'Ajam (non Arab. Red. Amerika) yang memmboikotnya".
Kemudiannya Beliau berkata lagi, " Hampir–hampir saja tidak boleh dibawa masuk sekeping dinar kepada penduduk Syaam, tidak boleh pula dibawa masuk (diboikot) kepada penduduk Syaam se-takar-an makanan pun (mudyun)." Kami bertanya lagi, "Dari mana (bangsa) yang melakukan demikian? Beliau menjawab, "Dari bangsa Ruum. (Note : kita tahu Israel adalah imigran dari Ruum, utamanya dari Eropa, yang datang menjajah Palestine sejak tahun 1917). Kemudian diam sejenak.
Lalu dia berkata, Bersabda Rasuulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Akan segera tegak berdiri di akhir Ummat-Ku seorang Kholiifah (red. Beberapa saat, setelah pemboikotan itu terjadi), Kholifah akan membagi bagikan harta, dengan tanpa menghitung-hitung jumlahnya. (Shohih Muslim : 5189)

Dari Nu'man bin Basyir: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Masa Kenabian itu berlangsung di tengah-tengah kalian selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Ia hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa khilafah di atas manhaj kenabian selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Allah hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang menggigit selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Dia hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang sewenang-wenang selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Ia hendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj kenabian." Kemudian beliau diam. [HR. Ahmad IV/273, Al-Baihaqi]